Translate

Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 November 2019

Buah Alpukat (Avocado) bukan Advokat!






Alpukat merupakan buah yang lezat dan bergizi tinggi. Sebagian orang percaya buah ini merupakan super food karena kandungan nutrisinya, tapi banyak juga yang menjauhinya karena takut kandungan lemaknya bisa bikin gemuk.


Dalam buah alpukat terkandung vitamin C, E, K, asam folat, serta potasium. Buah ini juga mengandung lemak sehat dan serat. Dalam 100 gram buah alpukat, kandungan kalorinya sekitar 160. Walau secara teknis alpukat adalah buah, tapi dari sudut pandang nutrisi buah ini dianggap sebagai sumber lemak. Tak seperti buah lain, kandungan lemak dalam alpukat sangat tinggi.


Faktanya, 77 persen kalori dari alpukat berasal dari lemak. Tapi jangan takut dulu, kandungan lemak tersebut justru menyehatkan, terutama untuk jantung. Alpukat banyak mengandung lemak tidak jenuh tunggal dan sedikit lemak jenuh.


Mayoritas lemak tidak jenuh tersebut adalah oleic acid, jenis asam lemak yang juga ditemukan dalam buah zaitun dan minyak zaitun. Lemak ini dianggap sangat sehat. Manfaat dari lemak ini antara lain untuk mengurangi inflamasi dan menurunkan risiko penyakit jantung. Rutin mengonsumsi alpukat juga bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan total kolesterol. Seperti halnya makanan lain, konsumsi alpukat juga jangan berlebihan.


Direkomendasikan untuk makan alpukat 1/4 atau 1/2 setiap makan atau tidak lebih dari satu buah dalam sehari. Konsumsi alpukat sebagai campuran salad, diblender menjadi smoothie tanpa gula, atau dibuat menjadi isian roti bersama dengan protein lain. Jadi, kita tidak perlu takut dengan kandungan lemak alpukat karena sebenarnya yang membuat gemuk bukan daging buahnya tapi campurannya, seperti gula atau pun susu. Referensi



Beberapa manfaat yang didapatkan ketika mengkonsumsi buah Alpukat:

1. Menurunkan Kolesterol


Alpukat sangat bergizi dan mengandung berbagai macam nutrisi, termasuk 20 vitamin dan mineral. Buah itu juga dapat menurunkan kolesterol atau natrium apa pun dan rendah lemak jenuh. Itulah sebabnya mengapa alpukat termasuk buah yang disukai.


2. Mengandung Lebih Banyak Kalium dari Pisang


Kebanyakan orang kurang mendapat nutrisi berupa kalium. Alpukat mengandung kalium yang sangat tinggi.

Kandungan kalium pada alpukat 14 persen. Nilai ini lebih tinggi dari pisang yang hanya 10 persen kalium. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memiliki asupan kalium yang tinggi dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama untuk serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal.


3. Mengatasi Kanker


Alpukat tidak mengandung lemak apa pun. Mayoritas lemak dalam alpukat adalah asam oleat. Asam oleat merupakan asam lemak tak jenuh tunggal yang juga merupakan komponen utama minyak zaitun dan diyakini bertanggung jawab atas beberapa manfaat kesehatannya. Asam oleat telah dikaitkan dengan pengurangan peradangan dan terbukti memiliki efek menguntungkan pada gen yang terkait dengan kanker.

4. Banyak Serat

Serat adalah nutrisi lain yang relatif kaya pada alpukat. Serat dapat berkontribusi pada penurunan berat badan, mengurangi lonjakan gula darah, dan sangat terkait dengan risiko rendah dari banyak penyakit.

5. Menyerap Nutrisi

Satu studi menunjukkan bahwa menambahkan alpukat atau minyak alpukat ke salad dapat meningkatkan penyerapan antioksidan 2,6 hingga 15 kali lipat. Jadi, alpukat dapat meningkatkan nilai gizi makanan nabati lain yang kamu makan. Hal ini dapat kamu jadikan alasan memasukkan sumber lemak sehat saat makan sayuran. Referensi

Buah Anggur

Anggur

Merupakan tanaman buah berupa perdu merambat yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae. Buah ini biasanya digunakan untuk membuat jus anggur, jelly, minuman anggur, minyak biji anggur dan kismis, atau dimakan langsung.

Buah ini juga dikenal karena mengandung banyak senyawa polifenol dan resveratol yang berperan aktif dalam berbagai metabolisme tubuh, serta mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagai penyakit lainnya. Aktivitas ini juga terkait dengan adanya senyawa metabolit sekunder di dalam buah anggur yang berperan sebagai senyawa antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.

Tanaman ini sudah dibudidayakan sejak tahun 4000 SM di Timur Tengah. Akan tetapi, proses pengolahan buah anggur menjadi minuman anggur baru ditemukan pada tahun 2500 SM oleh bangsa Mesir. Hanya beberapa waktu berselang, proses pengolahan ini segera tersebar luas ke berbagai penjuru dunia, mulai dari daerah di Laut Hitam, Spanyol, Jerman, Prancis, dan Austria. Penyebaran buah ini berkembang samakin pesat dengan adanya perjalanan Colombus yang membawa buah ini mengitari dunia.

Iklim

Anggur merupakan salah satu tanaman yang hidup pada daerah dataran rendah. Tidak seperti kebanyakan tanaman lainnya, tanaman anggur justru membutuhkan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan agar dapat tumbuh dengan baik dan intensitas cahaya matahari yang cukup tinggi. Curah hujan yang diperlukan oleh tanaman ini hanya 800 mm per tahun. Oleh karena itu, penyiraman yang berlebihan dapat mengganggu proses pembuahannya. Suhu untuk tumbuh maksimal adalah 31oC dan suhu minumum adalah 23oC dengan kelembapan udara berkisar antara 75-80%.

Media Tanam

Hanya beberapa jenis tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman anggur dengan baik. Secara umum, tanah tersebut harus mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang cukup agar tanaman tidak mengalami transpirasi berlebihan. Selain itu, tanah yang digunakan harus subur dan bertekstur gembur agar terdapat asupan nutrisi dan pasokan udara yang baik. Tanah tersebut juga harus memiliki derajat keasaman (pH) yang netral, yaitu 7.

Manfaat kesehatan

Anggur memiliki banyak manfaat kesehatan karena mengandung berbagai jenis senyawa metabolit sekunder, terutama golongan flavonoid dan antosianin, serta resveratol. Penelitian lain mengungkapkan bahwa senyawa aktif di dalam anggur mampu meningkatkan kerja sel endotelial yang berperan dalam memperlancar aliran darah dalam arteri terkait dengan aktivitasnya terhadap sel-sel otot halus. Melalui mekanisme ini, risiko terkena serangan jantung dapat berkurang. Selain itu, anggur juga mengandung banyak senyawa antioksidan yang daya kerjanya lebih kuat daripada vitamin C dan vitamin E. Di dalam tubuh, senyawa flavonoid anggur dapat meningkatkan produksi lemak baik (HDL) sekaligus menurunkan trigliserida yang beredar di dalam darah.




Sumber Referensi