Alpukat merupakan buah yang lezat dan bergizi tinggi. Sebagian orang percaya buah ini merupakan super food karena kandungan nutrisinya, tapi banyak juga yang menjauhinya karena takut kandungan lemaknya bisa bikin gemuk.
Dalam buah alpukat terkandung vitamin C, E, K, asam folat, serta potasium. Buah ini juga mengandung lemak sehat dan serat. Dalam 100 gram buah alpukat, kandungan kalorinya sekitar 160. Walau secara teknis alpukat adalah buah, tapi dari sudut pandang nutrisi buah ini dianggap sebagai sumber lemak. Tak seperti buah lain, kandungan lemak dalam alpukat sangat tinggi.
Faktanya, 77 persen kalori dari alpukat berasal dari lemak. Tapi jangan takut dulu, kandungan lemak tersebut justru menyehatkan, terutama untuk jantung. Alpukat banyak mengandung lemak tidak jenuh tunggal dan sedikit lemak jenuh.
Mayoritas lemak tidak jenuh tersebut adalah oleic acid, jenis asam lemak yang juga ditemukan dalam buah zaitun dan minyak zaitun. Lemak ini dianggap sangat sehat. Manfaat dari lemak ini antara lain untuk mengurangi inflamasi dan menurunkan risiko penyakit jantung. Rutin mengonsumsi alpukat juga bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan total kolesterol. Seperti halnya makanan lain, konsumsi alpukat juga jangan berlebihan.
Direkomendasikan untuk makan alpukat 1/4 atau 1/2 setiap makan atau tidak lebih dari satu buah dalam sehari. Konsumsi alpukat sebagai campuran salad, diblender menjadi smoothie tanpa gula, atau dibuat menjadi isian roti bersama dengan protein lain. Jadi, kita tidak perlu takut dengan kandungan lemak alpukat karena sebenarnya yang membuat gemuk bukan daging buahnya tapi campurannya, seperti gula atau pun susu. Referensi
Beberapa manfaat yang didapatkan ketika mengkonsumsi buah Alpukat:
1. Menurunkan Kolesterol
Alpukat sangat bergizi dan mengandung berbagai macam nutrisi, termasuk 20 vitamin dan mineral. Buah itu juga dapat menurunkan kolesterol atau natrium apa pun dan rendah lemak jenuh. Itulah sebabnya mengapa alpukat termasuk buah yang disukai.
2. Mengandung Lebih Banyak Kalium dari Pisang
Kebanyakan orang kurang mendapat nutrisi berupa kalium. Alpukat mengandung kalium yang sangat tinggi.
Kandungan kalium pada alpukat 14 persen. Nilai ini lebih tinggi dari pisang yang hanya 10 persen kalium. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memiliki asupan kalium yang tinggi dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama untuk serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal.
3. Mengatasi Kanker
Alpukat tidak mengandung lemak apa pun. Mayoritas lemak dalam alpukat adalah asam oleat. Asam oleat merupakan asam lemak tak jenuh tunggal yang juga merupakan komponen utama minyak zaitun dan diyakini bertanggung jawab atas beberapa manfaat kesehatannya. Asam oleat telah dikaitkan dengan pengurangan peradangan dan terbukti memiliki efek menguntungkan pada gen yang terkait dengan kanker.
4. Banyak Serat
Serat adalah nutrisi lain yang relatif kaya pada alpukat. Serat dapat berkontribusi pada penurunan berat badan, mengurangi lonjakan gula darah, dan sangat terkait dengan risiko rendah dari banyak penyakit.
5. Menyerap Nutrisi
Satu studi menunjukkan bahwa menambahkan alpukat atau minyak alpukat ke salad dapat meningkatkan penyerapan antioksidan 2,6 hingga 15 kali lipat. Jadi, alpukat dapat meningkatkan nilai gizi makanan nabati lain yang kamu makan. Hal ini dapat kamu jadikan alasan memasukkan sumber lemak sehat saat makan sayuran. Referensi